Al-Zamakhsyari dan Tafsirnya Al-Kasysyâf

Nama lengkapnya, Abû al-Qâsim Jârullâh Mahmûd ibn ‘Umar al-Zamakhsyary al-Khawarizmy. Ia dilahirkan di Zamakhsyar, sebuah desa di Khawarizm pada 27 Rajab 467 H / 8 Maret 1705 dan wafat pada tahun 538 H/1144 M di Jurjaniyah, daerah Khawarizm.

Setelah belajar di desanya, Zamakhsyari meneruskan pelajarannya ke Bukhârâ dan belajar sastra Arab kepada Manshûr abû Mudlar. Beliau juga berguru kepada beberapa ulama besar di Baghdad antara lain; Abû Khaththâb ibn Batr, Abû Sa’ad al-Syaqqâny, dan Syaikh al-Islâm Abû Manshûr al-Hârisi. Kemudian pergi ke Makkah dan bermukim di sana cukup lama, sehingga mendapat gelar Jârullâh (tetangga Allah). Gurunya yang terkenal di Makkah adalah Abû Hasan ‘Ali ibn Hamzah ibn Wahhâb. Di sinilah beliau menulis kitab tafsirnya yang terkenal, al-Kasysyâf ‘an Haqâiq al-Tanzîl wa ‘Uyûn al-Aqâwîl fî Wujûh al-Ta’wîl, yang kemudian lebih populer disebut al-Kasysyâf.[1]

Di samping menetap dan berguru kepada para ulama di beberapa kota, Zamakhsyari juga melakukan perjalanan ke beberapa kota lain seperti Khurâsân, Ishfahân, dan Hamadân. Di Isfahân ia pernah mengabdi kepada penguasa Bani Saljuk, Muhammad ibn Abî al-Fath (w. 1092 M), dan penggantinya Mu’iz al-Dîn Sanjar. Setiap berada di satu kota, banyak orang yang datang menuntut ilmu dan berdiskusi dengannya. Dalam diskusi dan pengajian, ia dapat meyakinkan peserta dengan argumen-argumen yang kuat.[2]

Zamakhsyari adalah seorang ulama jenius yang sangat ahli dalan berbagai ilmu; nahwu, bahasa, sastra, hadis dan tafsir. Pandangannya menjadi rujukan para ahli karena orisinalitas dan kecermatannya. Para penulis kitab-kitab Nahwu dan Balaghah sesudahnya seringkali mengutip al-Kasysyâf untuk memperkuat argumentasi pembahasan mereka tentang kebahasaan dan kesusastraan Arab. Bahkan para mufasir yang datang setelahnya seperti Al-Alûsi, Abû Su’ud, al-Nasafî, dan lain-lain banyak pula menukil dari al-Kasysyâf meski tidak langsung menyebut rujukannya.[3]

Dengan latar belakang sebagai sastrawan dan ahli bahasa Arab, tidak mengherankan jika karya tafsirnya bercorak bahasa dan sastra. Dari segi fiqih al-Kasysyaf cenderung mengikuti madzhab Hanafi, meskipun tidak terang-terangan. Selain dari dua corak tersebut –bahasa dan fiqih Hanafi- sebagai seorang penganut aliran Mu’tazilah fanatik dan tendensius, keahliannya dalam bidang bahasa dan sastra Arab dalam menafsirkan Al-Qur’an digunakan untuk membela paham kalam (teologis)-nya dan menyanggah lawan-lawannya.[4]

Terlepas dari subjektivitas dan kefanatikan dalam membela mazhabnya, patut diakui bahwa Zamakhsyari telah berjasa besar dalam penyingkapan keindahan Al-Qur’an dan daya tarik balaghah-nya.[5] Hal senada juga diungkapkan oleh Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah.[6] Beberapa karya yang ditulis oleh Zamakhsyari adalah al-Muhâjâh fî al-Masâil al-Nahwiyah, al-Mufrad wa al-Murakkab fî al-‘Arabiyah, al-Fâiq fi tafsîr al-Hadîts, Asâs al-Balâghah fî al-Lughah, al-Mufashshal fî al-Nahwi, Ruûsu al-Masâil fî al-Fiqh,dan lain-lain.[7]


[1] Husein al-Dzahabî, al-Tafsîr… Jilid 1, hal. 437-438, A Hafidz Dasuki dkk, Ensiklopedi Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994), Jilid V, hal. 231.

[2] A Hafidz Dasuki dkk, ibid. Lihat juga, Yunahar Ilyas, Isu-isu Feminisme Dalam Tinjauan Tafsir Al-Qur’an, Studi Kritis Terhadap Pemikiran Para Mufassir dan Feminis Muslim Tentang Perempuan, Tesis, Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tahun 1996, hal. 28.

[3] Mannâ’ Khalîl al-Qaththân, Studi Ilmu-ilmu… hal. 530

[4] Abû al-Yaqdhân ‘Athiyah al-Jabûry, Dirâsât fî al-Tafsîr wa Rijâlih (Baghdâd: Dâr al-Huriyiyah li al-Thibâ’ah, 1977), Cet.II, hal. 101.

[5] Mannâ’ Khalîl al-Qaththân, Studi Ilmu-ilmu… hal. 508.

[6] ‘Abdul Rahmân ibn Muhammad ibn Khaldûn, Muqaddimah (Beirut: Muassasah al-Kutub al-Tsaqâfiyah, 1417), Cet. III, Jilid 2, hal. 121-122. Lihat pula, Husein al-Dzahabi, al-Tafsîr… hal. 440-463, Abû al-Yaqdhân ‘Athiyah al-Jabûry, Dirâsât … hal. 99-100.

[7] Husein al-Dzahabî, al-Tafsîr…Jilid 1, hal. 437.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*

Jadwal Sholat


Jadwal Sholat Di Beberapa Kota