Hidup Berbangsa dan Bernegara dalam Bingkai Al-Qur’an

Kini, di era milenial yang sarat beban revolusi informasi, dalam suasana kehidupan yang tak berbatas secara ekonomi, sosial, politik, dan budaya, bahkan tak pula bersekat secara geografis dan ideologi, kita menghadapi persoalan kebangsaan dan kenegaraan yang kompleks. Terutama jika dikaitkan dengan identitas keislaman dan keindonesiaan kita. Ada sementara pihak yang tak letih berupaya secara tersistem dan terstruktur untuk menebarkan paham dan opini seolah-olah antara keislaman, kebangsaan, dan kenegaraan sebagai sesuatu yang saling bertentangan, dan tak dapat diharmonikan. Bahkan melakukan tindakan yang tidak cerdas, dan cenderung ahistoris, kalau tidak dikatakan mendistorsi dan mengaburkan sejarah bangsa ini. Berlaku apriori, hipokrit, pragmatis, dan sejatinya anti kebhinekaan dan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Sementara, pada sisi lain, terdapat sejumlah generasi muda muslim milenial yang tak cukup percaya diri dengan identitas keislaman dan keindonesiaannya. Lalu berupaya melekatkan diri dengan simbol-simbol tertentu yang dipersepsi sebagai sesuatu yang lebih Islami, padahal persoalan tersebut tak lebih dari sekedar konstruksi kepentingan sosial-politik tertentu yang tak berkait secara absolut dengan ajaran Islam yang murni. Mulai dari simbol ideologis yang rigit dan rumit, sampai pada simbol-simbol lahiriah yang saling bersaing, bahkan saling merendahkan, na;udzu billah!.

Artikel selengkapnya KHUTBAH IDUL FITRI 1439 H_HIDUP BERBANGSA & BERNEGARA DALAM BINGKAI AL-QUR’AN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jadwal Sholat


Jadwal Sholat Di Beberapa Kota