Merawat Kebeningan Mata Air & Taman Kehidupan

1)   Ku perhatikan semua ciptaanNya, ternyata setiap orang memiliki kekasih yang dicintainya. Tapi, ketika ia dibaringkan di liang lahad, ia tinggalkan kekasihnya itu; maka aku bertekad untuk menjadikan segala amal kebaikanku sebagai kekasihku agar ia kekal membersamaiku di alam kubur.

Dari Anas t, ia berkata, ‘Rasulullah r bersabda, ‘Yang mengikuti jenazah ada tiga, maka kembali yang dua dan yang satu tetap bersamanya. Yang mengiringinya adalah keluarganya, hartanya, dan amalnya. Lalu keluarga dan hartanya kembali dan tinggallah amalnya.( HR. al-Bukhari dan Muslim)

2)   Ketika ku renungkan firmanNya (al-Nazi’at : 40-41),

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى.فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).

Bahwa surga diperuntukkan bagi hamba yang takut akan keagungan Rabb-nya, tau bagaimana mendudukkan dan memperlakukanNya dalam hidup ini, lalu menahan segala kehendak dirinya yang menyalahi tuntunan dan ajaranNya; aku berusaha sekuat tenaga untuk menundukkan diri ini dalam ketataan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Abu Madyan (w.594) :

3)   Ketika ku perhatikan setiap orang yang memiliki sesuatu berharga, selalu ia menjaganya dengan baik. Lalu ku renungkan firmanNya (al-Nahl:96),

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.

Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Maka, setiap aku memiliki sesuatu yang berharga, selalu ku dedikasikan kepadaNya, agar ia kekal bersamaku di sisiNya.

4)   Ku lihat, setiap orang dalam hidupnya cenderung untuk selalu mengandalkan harta, kehormatan keluarga dan kedudukannya, padahal semua itu tak berarti apa-apa. Ku renungkan firmanNya (al-Hujurat:13),

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

 إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Maka, ku jadikan semua aktifitas dan pekerjaanku dalam bingkai ketaqwaan, agar aku mulia di sisiNya.

5)   Dalam meraih penghidupan/kepentingan-kepentingan pragmatis dunia, ku perhatikan banyak orang saling iri dan dengki. Lalu ku baca firmanNya (al-Zukhruf:32),

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

Maka, ku tinggalkan sifat dan sikap iri-dengki itu.

6)   Ku lihat banyak orang saling bermusuhan, lalu ku renungkan firmanNya (Fathir:6),

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu),

 karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala

       Maka, ku tinggalkan permusuhan kepada sesama, dan ku jadikan syetan sebagai musuhku satu-satunya.

7)   Dalam mencari rizki, ku perhatikan banyak orang yang merendahkan dan menghinakan martabat/kehormatan dirinya, lalu ku renungkan firmanNya (Hud:6),

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

Ku ketahui bahwa, binatang melata sekalipun telah dijamin rizikinya oleh Allah, maka aku berusaha untuk menunaikan segala kewajibanku kepadaNya; Allah Maha Tahu dan Bijaksana dalam memperlakukan diriku! Ibnu Atha’illah berkata, : Bebaskan dirimu dari segala rekayasa untuk mencapai penghidupan dan kekayaan dunia! Sesuatu yang telah dijamin oleh Allah SWT, tak perlu kau habis-habisan mencarinya. Sungguh usahamu yang terlalu ngoyo terhadap sesuatu yang sesungguhnya dijamin oleh Allah; dan pada saat yang sama engkau melalaikan kewajibanmu kepadaNya, menjadi pertanda bahwa mata batinmu telah sirna!.”

8)   Ku lihat banyak orang hanya bersandar pada bisnis, hasil produksi dan kesehatan fisik mereka; maka aku bertawakkal kepada Allah subhanahu wat’ala semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

*

Jadwal Sholat


Jadwal Sholat Di Beberapa Kota